Yayasan Usaha Mulia - Foundation for Noble Work
Yayasan Usaha Mulia - Foundation for Noble Work

Membantu masyarakat Indonesia selama lebih dari 35 tahun

DONATE
YUM Projects
YUM Projects


 

Pengendalian Malaria


Proyek Pengendalian Malaria di Kalimantan Tengah akan Dilanjutkan!

Sejak bulan Oktober 2007, Yayasan Usaha Mulia (YUM) menjalankan sebuah program pengendalian Malaria di Kecamatan Bukit Batu, Kalimantan Tengah. Keenam desa –salah satunya Desa Tangkiling – yang menjadi sasaran utama dari program ini, terletak tidak jauh dari jalan Trans Kalimantan Tengah. Jalan Trans Kalimantan Tengah dikenal juga dengan nama Jalan Tjilik Riwut – seorang pejuang kemerdekaan dari suku Dayak.

Penduduk Kecamatan Bukit Batu selalu beresiko terkena penyakit Malaria. Jenis Malaria yang berkembang di sana adalah yang disebabkan oleh P. Vivax (Plasmodium Vivax). Meski efek infeksi berulang P. Vivax selama masa kanak-kanak dan dewasa jarang mematikan, infeksi berulang dapat merusak kesejahteraan, pertumbuhan dan perkembangan pribadi. Infeksi berulang juga dapat mempengaruhi tingkat kesejahteraan ekonomi individu, keluarga, masyarakat dan negara. Sebuah studi yang dilakukan sebelum memulai program malaria menunjukkan bahwa Malaria dilihat sebagai masalah No 1 oleh penduduk Bukit Batu.

 

Karena situasi ini, pada tahun 2005, SD-Germany yang telah menjalin kerjasama dengan YUM selama bertahun-tahun pada banyak proyek di Indonesia, meminta Kementrian Federal Jerman untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ) supaya mendanai sebuah program yang dapat mengurangi tingkat morbiditas dan mortalitas yang disebabkan oleh Malaria sebanyak 50% dan mendidik penduduk agar mereka memiliki pemahaman yang lebih baik akan Malaria dan dapat melakukan tindakan pencegahan dini.

Pada tahun 2007, BMZ akhirnya menerima dan menyetujui pendanaan untuk program ini. Total biaya yang dibutuhkan pada saat itu adalah 250.000 Euro. BMZ menyumbang 75% dari total biaya program. Sedangkan sisanya dihimpun oleh SD-Germany dan YUM.

Program pengendalian Malaria terdiri dari beberapa bagian:

a) Diagnosa dan pengobatan (baik dengan obat tradisional maupun ACT –kombinasi dari Artemisia Annua dengan pengobatan tradisional).

b) Pencegahan Malaria dengan menggunakan kelambu yang dicelup insektisida, penyemprotan dalam ruangan dan control vector.

c) Penyediaan air minum bersih di Banturung dan pada dua lokasi di Tangkiling.

d) Pendidikan supaya tidak membuang air besar di ladang dan sungai, dan mendorong pembuatan lubang-lubang kakus pribadi.

Semua program di atas telah berjalan dan berhasil dengan baik. Hasil dari program ini telah diverifikasi oleh sebuah evaluasi eksternal yang dilangsungkan pada bulan Maret 2009. Angka tingkat keterjangkitan pada saat evaluasi dilakukan turun hingga hampir tidak ada. Menurut SGD dan YUM, hal ini disebabkan karena usaha pencegahan yang konsisten dan kesadaran serta pengetahuan masyarakat tentang Malaria yang meningkat.

SGD dan YUM sangat senang karena telah menjalin kerjasama dengan BMZ untuk mempraktekkan persepsi terbaru tentang praktek kerjasama di bidang pengembangan yang baik. Proyek-proyek yang paling penting di antaranya:

Kakus: Sebuah program yang dikembangkan di Bangladesh bernama Community-Led Total Sanitation, sebuah konsep pendidikan masyarakat yang telah berhasil diterapkan di banyak negara. Program ini bertujuan untuk memberikan pengertian secara bertahap akan akibat dari pembuangan air besar di tempat terbuka terhadap kesehatan dan lingkungan. Program ini juga bertujuan untuk membangkitkan keinginan penduduk untuk mempunyai kakus pribadi, keinginan untuk membangun kakus tersebut, dan kesediaan untuk membayar biaya pembangunan kakus tanpa dibantu oleh NGO. Miliaran Dolar telah terbuang untuk membangun kakus yang tidak digunakan masyarakat karena tidak adanya pendidikan dan kesadaran yang dilakukan sebelum membangun kakus. Tahun ini, sebuah desa di kecamatan Bukit Batu akan menjadi desa ODF pertama (ODF: Open Defecation Free – Bebas Buang-Air-Besar Terbuka).

Air Bersih: Di desa-desa dimana YUM menyediakan air minum bersih, tahap pertama adalah untuk mencapai persetujuan dengan penduduk yang menjadi target program: Masyarakat harus setuju bahwa mereka akan membayar air yang mereka gunakan dan memberi kontribusi terhadap administrasi penyediaan air tersebut. Administrasi, pemeliharaan dan perbaikan, serta penarikan biaya air dilakukan oleh sebuah community led management group atau manajemen yang dipimpin anggota masyarakat. Grup ini diisi oleh sukarelawan-sukarelawan dan pemimpin nya dipilih oleh anggota masyarakat. Uang yang mereka kumpulkan dari masyarakat disimpan di sebuah bank dan digunakan untuk pemeliharaan dan perbaikan instalasi air yang terdiri dari sebuah sumur, yang cukup dalam untuk menyediakan air di musm kemarau, dan sebuah menara air. Dari menara air inilah air akan dialirkan ke rumah-rumah pelanggan yang sebelumnya telah dipasangi meteran air untuk mengukur berapa banyak air yang telah mereka gunakan.

Beberapa waktu yang lalu, kami telah meminta BMZ untuk memperpanjang proyek ini, yang seharusnya berakhir pada 31 Desember tahun ini, sampai akhir Juni 2011, dan untuk meningkatkan pendanaan proyek menjadi 310.000 Euro. Hal ini diperlukan karena peningkatan biaya di beberapa area seperti biaya pegawai, peralatan, pendidikan atas perlunya kakus, dan lain lain. Pendidikan tidak dapat dilangsungkan pada bukan Oktober 2009 karena kebakaran dari bulan Agustus sampai Oktober dan curah hujan yang sangat besar. Proses pendidikan telah dilakukan pada akhir bulan Juni 2010, jadi kami berharap bahwa semua orang akan sibuk membangun kakus dan menyiapkan desa Habaring Hurung untuk menjadi desa ODF pertama di Kalimantan Tengah.

Mari bersulang untuk itu!!

Renee Zimmer

10 Agustus 2010

 

 



Pemberantasan Malaria Di Kalimantan Tengah oleh YUM

YUM dengan bangga menyatakan bahwa melalui kesabaran dan kerja keras yang dilakukan oleh tim YUM Kalimantan selama 4 tahun, dengan hubungan dan dukungan gabungan dari masyarakat dan pemerintahan lokal, YUM telah sukses memberantas Malaria dari kecamatan Bukit Batu, Kalimantan Tengah. Hasil yang baik ini tidak akan tercapai jika bukan dengan bantuan Susila Dharma Jerman dan Kementrian Federal untuk Kerjasama Ekonomi dan Perkembangan di Jerman.

Proyek Pengendalian Malaria YUM yang sukses ini telah mendapat perhatian dan penghormatan dari pemerintah lokal dan berbagai macam organisasi, termasuk Global Fund, yang belakangan ini telah menghubungi YUM dan meminta sebuah pertemuan untuk memahami pendekatan dan metode yang diadopsi oleh proyek YUM, karena Global Fund sedang memulai proyek Malaria di 8 wilayah yang berbeda di Kalimantan Tengah.

Proyek Pengendalian Malaria YUM dimulai pada tahun 2008 dan disebabkan karena adanya endemis Malaria di Kalimantan Tengah. Tanah wilayah Kalimantan Tengah terdiri dari rawa gambut dan semak-semak menjadikan area itu tempat yang ideal untuk berkembang biaknya nyamuk malaria. Dengan menggunakan pendekatan holistik untuk menanggulangi Malaria, program pengendalian Malaria YUM berubah menjadi sarana yang sangat kuat dan efektif dalam pemberantasan Malaria. YUM tidak hanya menyediakan perawatan dan membagikan kelambu gratis, tapi YUM juga menjadikan pendidikan masyarakat sebagai prioritas untuk membahas persoalan yang ada dan mengajar bagaimana caranya untuk mencegah Malaria.

Selain itu, melalui pelatihan dan peningkatan kapasitas, YUM telah melatih 16 kader Malaria – advokat masyarakat lokal yang dikenal sebagai ’Posmaldes’. Dengan bantuan mereka, YUM dapat menjalani inisiatif pengendalian Malaria lebih lanjut, termasuk aktifitas pengendalian vektor seperti Larvaciding – menaruh larvasida di area berkembang biaknya nyamuk dan Spraying – penyemprotan setiap rumah.

Pada bulan Maret 2011, YUM akan mengadakan sebuah seminar untuk menyatakan secara resmi bahwa proyek Malaria telah mencapai hasil yang sangat baik dengan mengubah daerah kecamatan Bukit Batu menjadi “Daerah Bebas Malaria”. Dengan mengundang semua semua orang yang terlibat, termasuk: institusi pemerintahan lokal, organisasi-organisasi yang bergerak di bidang yang sama, Kader Malaria YUM dan anggota masyarakat lainnya, YUM juga akan menggunakan kesempatan ini untuk melakukan serah terima proyek tersebut kepada pemerintah lokal biar bisa diteruskan dan dikelola. Sekarang karena kecamatan Bukit Batu telah dinyatakan bebas malaria, tanggung jawab pemerintah setempat adalah untuk melanjutkan pengawasannya untuk mencegah kemungkinan ancaman wabah.