Pada tahun 2008 yang lampau, proposal YUM mengenai pelatihan kejuruan yang dimintakan oleh MAST Industries (salah satu perusahaan terbesar di dunia yang bergerka di bidang manufaktur, impor dan distribusi busana bermerek tertentu untuk pria, wanita dan anak-anak) telah disetujui: sebanyak US$ 45.000 dihibahkan untuk memulai proyek pelatihan kejuruan, yang akan menyediakan pendidikan, praktek magang dan kesempatan kerja bagi para peserta program pelatihan keterampilan tersebut.
Dana yang dihibahkan ini memampukan YUM untuk mengubah bangunan kosong (yang awalnya merupakan klinik TB milik YUM) yang bersebelahan dengan Kampung Anak (rumah bagi anak-anak terlantar di Cipanas, Jawa Barat) menjadi sebuah sarana pelatihan untuk memberdayakan kaum muda untuk mempelajari keterampilan-keterampilan yang akan meningkatkan kesempatan mereka untuk memperoleh pekerjaan di pasar tenaga kerja yang penuh persaingan. Di samping itu, setelah berhasil menyelesaikan pelatihan tersebut, para penghuni Desa Anak-Anak juga akan berkesempatan menjalani magang.
Hibah ini menghadirkan proyek rintisan yang sedianya berlangsung selama 18 bulan dan dimulai sejak Juli 2009 bagi lebih dari 100 kaum muda yang memenuhi syarat (karena ada batasan umur terendah), yang ada di Desa Anak-Anak serta sejumlah terbatas anak-anak muda yang sedang menyelesaikan jenjang SMA dari luar komunitas.
Proyek rintisan ini memfokuskan diri pada isu-isu yang dijumpai dalam evaluasi independen yang sudah dilaksanakan terlebih dahulu pada tahun ini, sebab proyek ini mempersiapkani orang-orang muda dengan:
Setelah melalui proses konsultasi dengan sekolah-sekolah dan masyarakat setempat, diusulkanlah lima jenis pelatihan yang dapat ditawarkan:
Pengangguran adalah hal yang dihadapi penduduk Indonesia dari hari ke hari dan keadaan yang dialami oleh para penghuni Kampung Anak tidaklah berbeda. Kajian Bank Dunia yang baru-baru ini diadakan menemukan bahwa hampir 60 persen penduduk Indonesia yang berusia 18-24 tahun menganggur. Tantangan terbesar yang dihadapi dalam memperoleh pekerjaan adalah kurangnya pengalaman dan akses menuju lapangan pekerjaan. YUM menanti-nantikan kesempatan untuk bekerjasama dengan MAST Industries agar dapat menjawab tantangan ini dan berkontribusi secara positif demi pembinaan generasi muda sehingga menjadi angkatan yang terampil, mandiri, dan dapat mengandalkan-memberdayakan dirinya sendiri.
Pusat Pelatihan Kejuruan atau "Vocational Training Center" (VTC) membuka pintunya untuk lebih dari 200 anak-anak dan remaja daerah Cipanas dan masyarakat sekitarnya pada bulan Agustus tahun ini. Di Danai oleh MAST Industries, VTC ini menawarkan kelas inovatif yang menyediakan anak-anak dan remaja dengan kesempatan untuk meningkatkan ketrampilan kerja yang akan mempermudah mereka untuk mendapatkan pekerjaan.
Dengan bantuan keahlian dari sukarelawan Australia, Vanessa hewson, VTC ini diharapkan untuk melanjutkan layanannya kepada keperluan anak-anak dan remaja yang mendesak ini.
Menanggapi masalah pengangguran remaja yang masih berlanjut ini di masyarakat, bahkan setelah berhasil menyelesaikan pendidikan sekunder, VTC menawarkan pelatihan untuk keterampilan esensial, seperti bahasa Inggriss, computer, hotel, menjahit dan cara mencari pekerjaan.



“Pekerjaan saya di VTC selama 3 bulan terakhir telah berfokus kepada ”English Club”, yang di rancang untuk memperkuat apa yang sudah diajarkan di sekolah dalam lingkungan yang menyenangkan dan tanpa tekanan. Kelas yang memiliki lebih dari 40 murid sudah sangat biasa di sekolah-sekolahan Indonesia dan teknik pengajaran biasanya "teacher-directed", yang seringkali merugikan anak-anak yang lebih berorientasi visual dan kinestetik untuk belajar (pelajar yang belajar lebih baik dengan praktek)
Peran saya di VTC adalah melatih guru untuk menggunakan metodologi pengajaran yang berpusat kepada murid untuk melengkapi mereka dengan alat dan pengetahuan untuk memfasilitaskan pengajaran yang sukses terhadap segala tipe pelajar yang ada.
Saya sangat menantikan untuk melanjutkan pelatihan selama delapan bulan kedepan dan membantu guru bahasa Inggriss VTC untuk mendirikan Pusat Sumberdaya Bahasa Inggriss dimana pelatihan dan dukungan dapat disediakan kepada guru local lainnya."
Vanessa Hewson (Sukarelawan AYAD, Bidang Pengembangan Pemuda YUM)
