Yayasan Usaha Mulia - Foundation for Noble Work
Yayasan Usaha Mulia - Foundation for Noble Work

Membantu masyarakat Indonesia selama lebih dari 35 tahun

DONATE
YUM Projects
YUM Projects


 

Proyek Pertanian


Progres Proyek Pertanian Organik YUM

Dengan bantuan dari sukarelawan senior AusAID – Kym Hall – YUM saat ini sedang mengembangkan lahan pertaniannya sebesar 5,000 m2 di desa YUM Cipanas (CYV). YUM memanfaatkan lahan ini untuk menjadi sebuah usaha dan fasilitas pelatihan Pertanian Organic yang akan berlanjut, dan berpenghasilan.

Setelah 30 tahun menjalani kegiatan-kegiatan untuk anak yatim dan anak-anak dari keluarga miskin, CYV sekarang akan memperluas kegiatan dan pelayanannya untuk mencapai anggota masyarakat yang lebih banyak, dan dalam prosesnya, mencari berbagai cara untuk meringankan kemiskinan melalui pendidikan dan pelatihan.;

 

Mayoritas penduduk yang yang tinggal di daerah sekitar adalah keluarga petani miskin yang memiliki keterampilan terbatas untuk mencari kesempatan kerja. Dengan mengetahui ini, YUM telah merancang dan mengembangkan sebuah fasilitas Pelatihan Permakultur dan Pertanian Organik, yang kami harapkan, kedepannya dapat memberikan pengetahuan mengenai kesehatan dan nutrisi, serta praktek pertanian yang efisien dan ekonomis dan juga kesadaran lingkungan.

YUM saat ini befokus kepada pengembangan pertanian dari kondisi awal untuk meningkatkan produksi dengan cara meningkatkan efisiensi. Sekalinya ini tercapai, pertanian ini akan menjadi tempat demonstrasi dan fasilitas pengajaran dimana program pelatihan bersertifikasi dalam bidang permakultur/pertanian organik akan di tawarkan kepada petani dan petani yang berskala rumahan.

 

Sebagai bagian dari perencanaan jangka panjang YUM, diharapkan bahwa perkebunan organik ini dapat dikembangkan menjadi usaha “Wisata Eko”! Usaha sosial ini menawarkan tur dipandu, dan juga fasilitas peristirahatan dan sarapan pagi untuk wisatawan yang mengunjungi daerah Cipanas pada akhir-pekan dan mencari kegiatan-kegiatan kekeluargaan.

Selain itu, investasi terhadap proyek ini akan membantu YUM untuk menjalankan kegiatan-kegiatan pengembangan masyarakat lainnya, dan berkontribusi kepada kelangsungannya kegiatan-kegiatan desa tersebut!



Proyek Pertanian Baru YUM di Kalimantan Tengah Berlangsung dengan Cepat!

Melalui program sukarela AusAid, Australian Youth Ambassadors for Development (AYAD) program, sekali lagi YUM menerima bantuan dari dua sukarelawan yang sangat berbakat: Xavier Brennan dan Bianca Baldissera, untuk membantu proyek pertanian YUM yang dirancang untuk meningkatkan situasi ekonomis dan gizi dari populasi lokal dan juga membalik kemerosotan kualitas tanah di daerah kecamatan Bukit Batu.

Semua pekerjaan dalam proyek ini memusatkan kepada pendirian sebuah Pusat Pedesaan yang akan berlaku sebagai stasiun penelitian untuk mengukur dan mengevaluasi praktek perkebunan organik. Pusat ini akan digunakan untuk menunjukkan berbagai macam teknik pertanian organik kepada masyarakat lokal yang dapat digunakan di kebun mereka sendiri. Akhirnya, pusat ini akan menjadi tempat berkumpul untuk para partisipan dari desa-desa lain untuk dapat berbagi informasi dan pengetahuan yang akan membangkitkan kerjasama dan meningkatkan kapasitas.

Xavier Brennan,bekerja sebagai Ilmuwan Pertanian, dan telah menjalani kerja lapangan di pusat pedesaan selama 6 bulan. Bersama staf lokal YUM: Pak Joko dan Pak Yudi, mereka bertukar pengetahuan tradisionil dengan pengetahuan modern.

Bianca Baldissera, seorang Ilmuwan Lingkungan Hidup, bergabung dengan tim YUM dua bulan yang lalu dan memfokuskan usahanya dalam penelitian metode penelitian perkebunan organik dan pelaksanaan perencanaan, memonitor dan menyediakan prosedur dokumentasi untuk mempersiapkan proyek individu.

Meskipun Pusat Pedesaan masih dalam tahap awal, dengan usaha gabungan dari tim, pekerjaan yang signifikan telah tercapai dan sudah berlangsung, termasuk: uji coba beberapa teknik pengondisian tanah seperti kompos, membuat Bio Char, pertanian cacing, rotasi tanaman dan perencanaan percobaan kebun untuk para penghuni perkebunan tersebut.

Selain itu, tim Pertanian YUM telah menyambut anggota tambahan! Di pertengahan November, Michael Bragg, seorang sukarelawan dari Australia dari The Volunteering for International Development from Australia (VIDA) program telah tiba dengan selamat di Kalimantan Tengah untuk memulai tugasnya selama 18 bulan sebagai Petugas Pembangunan Berkelanjutan Pertanian YUM. Michael akan bekerja dengan Xavier, Bianca dan staf lokal, namun akan berfokus untuk mendirikan sebuah tempat demonstrasi yang kedepannya akan dikelola oleh manajer dan staf lokal dan dapat direplikasi oleh petani lokal yang ingin menjadi produktif secara ekonomis dan memiliki produk organik yang akan berlanjut.



Kesepakatan Bersama

Saya adalah seorang sukarelawan dari Australia untuk Volunteering for International Development from Australia (VIDA) dan saya sangat beruntung karena telah mendapat kesempatan untuk bekerja sama dengan tim Proyek Cipanas selama 6 bulan.

Penempatan saya selama 12 bulan di Indonesia memberi saya kesempatan untuk terlibat dalam dua proyek, masing-masing selama 6 bulan. Proyek yang pertama membawa saya ke Banda Aceh, Sumatra Utara dan yang kedua membawa saya ke Cipanas, Jawa Barat, dimana saya bertanggung jawab sebagai penasehat perkebunan organik.

Di perkebunan YUM Cipanas, tugas pertama saya pada saat itu adalah untuk mengembangkan pemahaman mengenai perkebunan, personil yang berkerja di sana dan masyarakat yang dilayaninya. Saya sangat beruntung karena perkebunan tersebut dikelola oleh Oleh, seorang pria berumur 26 tahun yang sangat kompeten dan memiliki gelar sarjana dalam bidang hortikultura dan mempunyai pengalaman kerja di Jepang selama satu tahun dan pernah bekerja di perkebunan bibit buah. Walau ketrampilan-ketrampilannya sangat penting, namun hal yang lebih penting dan ia miliki adalah kemampuan dia sebagai pemimpin.

Tahap berikutnya dari tugas saya adalah memahami dan mengembangkan pandangan atas prioritas perkebunan dan pendekatannya. Setelah berdiskusi dengan Oleh, kami memutuskan untuk menggunakan satu setengah jam pertama dari setiap hari dengan semua staf perkebunan untuk berkerja sama dalam satu proyek. Tujuan kami adalah untuk memberikan kelompok kami sebuah fokus yang jelas, dan mudah-mudahan, mencapai tujuan yang diinginkan.

Dengan bekerja sama dalam sebuah proyek khusus, saya dapat dengan mudah menjelaskan kenapa hal-hal tertentu gagal, dan ini memberi kesempatan kepada kami untuk membahas perubahan yang harus dilakukan untuk membuat perbaikan. Melalui “trial and error” dan demonstrasi yang mudah dikerjakan, staff perkebunan dapat dengan mudah mengadopsi metode baru karena mereka bisa melihat manfaat dari metode-metode tersebut dengan mata mereka sendiri. Melatih yang lain menghasilkan rasa kebanggaan dan rasa kepemilikan yang akan bertahan.

Satu contoh dari ini adalah dengan bekerja sama saya dapat dengan mudah menjelaskan kenapa kompos yang telah dihasilkan memiliki mutu yang rendah and ini memberi kami kesempatan untuk menjelaskan perubahan yang harus dilakukan untuk memperbaiki proses kompos. Untungnya kami memiliki akses kepada Permaculture Resource Book dari yayasan IDEP di Bali yang ditulis dengan bahasa Indonesia. Ini membantu semuanya untuk mengetahui teori dari apa yang sedang dicoba dilakukan oleh kelompok kami sebelum kami memulai demonstrasi praktek lapangan.

Pada bulan September 2010, proyek perkebunan organik YUM Cipanas menerima dana dari Susila Dharma Inggris, dan ini memungkinkan Yum Cipanas untuk melanjutkan ekspansi perkebunan yang tetap merupakan prioritas kami. Dengan dana ini, pekerjaan telah difokuskan kepada pengembangan system irigasi dan renovasi sebuah bangunan yang akan digunakan untuk tempat penyimpanan yang aman dan sebuah area kerja yang terlindung. Begitu ekspansi dan pengembangan perkebunan mencapai kapasitas maksimal, YUM berharap untuk melanjutkan tahap berikut dari proyek tersebut, yaitu Pusat Pelatihan Perkebunan Organik.

Sebagai Pusat Pelatihan Perkebunan Organik, perkebunan tersebut akan menyediakan masyarakat dan para petani dengan berbagai topik-topik non-hortikultura serta sederetan pelajaran mengenai Permaculture dan pertanian organic. Hali ini akan dilaksanakan begitu staff utama perkebunan menjalani kursus bersertifikat mengenai Permaculture dengan yayasan IDEP di Bali.

Akhir-akhir ini, komunitas warga asing di Jakarta telah menunjukkan minat yang besar terhadap sayur-sayuran organik yang dihasilkan oleh Desa YUM Cipanas dan YUM disediakan sebuah kios di Farmer’s Market setiap dua minggu yang diselenggarakan oleh Jakarta International School. Selanjutnya, sebuah resor di Cipanas juga menunjukkan minatnya kepada sayur-sayuran organic kami. Ini adalah kabar yang sangat bagus untuk berkelanjutannya perkebunan kami!

Bagi saya sebagai seorang sukarelawan, tidak ada yang lebih memuaskan dari ini. Saya mengaku bahwa saya adalah seorang optimis dan jika saya berhenti sejenak dan mengingat bahwa semua ini terjadi karena kebutuhan kami untuk mendapatkan penasehat, manajer dan kelompok staf yang semuanya mempunyai ”kesepakatan bersama” dan bagaimana dua organisasi dapat bekerja sama mengerjakan sesuatu sesederhana seperti kompos, maka menurut saya ini merupakan sebuah alasan untuk bersikap optimis dan penuh harapan.

Contributed by:

Roger K Hall (Kym)

Sukarelawan dari International Development from Australia (VIDA)

Penasehat Perkebunan Organik di Yayasan Usaha Mulia (YUM) Cipanas Jawa Barat

Penugasan: Mei 2010 s.d. Oktober 2010



SEAMEO Biotrop dan YUM Menandatangani Perjanjian 5 Tahun

The signing of a Memorandum of Understanding (MOU) between YUM and BIOTROP, the Southeast Asia Regional Center for Tropical Biology, marked the beginning of what hopes to be a long and fruitful partnership. For the two parties, both deeply involved in Central Kalimantan and West Java, working together means exchanging information and technical expertise, as well as implementing joint community development programs. YUM Chairperson Olivia Reksodipoetro met with Dr. Bambang Purwantara to finalize the agreement.