This newly published book tells the story of the Yayasan Usaha Mulia, YUM, from its earliest work in the Jakarta slums in the 1960's to its current programs which cover health, education and community development. Download PDF
Community Development -
Karena terdapat perubahan pada hukum Kredit Mikro di Indonesia, Proyek Kredit Mikro YUM di Kalimantan Tengah dihentikan pada awal 2009. Sejak itu, dengan bantuan dari sukarelawan Australia Alison Collier, upaya yang sangat besar dalam merancang ulang dan perbaikan proyek Kredit Mikro tersebut dilakukan.
Untuk kembali memulai program ini, YUM akan mendirikan dan mengelola sebuah koperasi wanita, yang akan mengundang para wanita dari masyarakat setempat untuk menjadi anggota koperasi dan mengajukan pinjaman kecil untuk membantu bisnis kecil mereka.
Akses kepada pasar kredit formal tetap diluar jangkauan wanita miskin di daerah lokal dan, karena itu, Koperasi YUM akan membantu menjembatani celah yang penting. YUM berharap untuk mendukung perkembangan bisnis kecil wanita, yang akan menyebabkan output yang lebih tinggi dan meningkatkan penghasilan untuk wanita dan keluarga mereka.
Pada bulan November anggota staf proyek Kredit Mikro YUM Lili Karlina dan sukarelawan Alison Collier beruntung dapat menghabiskan satu minggu di yayasan Tanaoba Lais Manekat (TLM) di Kupang, Timor Barat, dimana mereka mempelajari cara menerapkan dan menjalankan proyek Kredit Mikro yang besar.
TLM diciptakan sebagai LSM pada tahun 1995 dalam rangka untuk menyediakan Kredit Mikro dan pelayanan terkait dengan bisnis di dalam propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). TLM sekarang mempunyai 11,000 klien yang mendapat manfaat dari proyek Kredit Mikro mereka.
Untuk kedepannya, YUM berharap untuk mengadopsi metode yang serupa dalam rangka untuk meniru standar TLM yang sukses.
