Yayasan Usaha Mulia - Foundation for Noble Work
Yayasan Usaha Mulia - Foundation for Noble Work

Membantu masyarakat Indonesia selama lebih dari 35 tahun

DONATE

The YUM Book

This newly published book tells the story of the Yayasan Usaha Mulia, YUM, from its earliest work in the Jakarta slums in the 1960's to its current programs which cover health, education and community development. Download PDF

YUM Annual Report 2010
Member of Clintion Global Initiative
Join us and help give these children a future free from poverty


Membongkar Kalimantan

Feature -

Community Development Project - Yayasan Usaha Mulia

Pada persiapan untuk tugas sukarela di Kalimantan berbagai macam informasi diberikan kepada seorang sukarelawan yang rendah hati ini oleh teman dan keluarga mengenai apa saja yang dibutuhkan untuk bertahan hidup. Di bagian paling atas daftar hal-hal pertahanan hidup biasa seperti pelindung matahari, tablet malaria dan pil sembelit. Sepasang boot berjalan yang bagus, kamera mahal, pakaian hutan yang trendi, celana dalam yang layak, jamban dan topi yang bagus akan melengkapi barang-barang perlengkapan dan kemungkinan besar menghabiskan rekening bank anda.

Nasehat dari yang menasehati seringkali tidak ditanggapi dengan serius karena kebanyakan dari mereka tidak mempunyai petunjuk satupun mengenai dimana Kalimantan terletak, tapi semuanya mengetahui pulau besar dan misterius yang dinamakan Borneo. Untuk semua orang yang jujur akan ketidaktahuan mereka mengenai pulau Kalimantan, mereka menyarankan untuk membeli sebuah buku panduan populer. Sayangnya, bahkan buku ini, yang bisa digunakan sebagai dumbbell, tidak memberi informasi yang cukup mengenai Kalimantan, justru, kebanyakan isinya lebih sering menceritakan keadaan di Jawa dan Bali.

Karena membutuhkan informasi yang lebih jelas, saran paling tepat yang diberikan kepada sukarelawan yang rendah hati ini adalah untuk berteman dengan sebuah mesin pencari bernama Google. Google adalah sebuah binatang yang cerdas yang tampaknya menunjukkan persahabatannya pertama dengan menyediakan anda dengan semua informasi mengenai perjalanan wisata yang sangat mahal. Cara untuk mengetes persahabatan ini adalah dengan menggunakan berbagai macam pertanyaan yang kreatif sampai jawaban yang benar ditemukan. Setelah dua hari mencari dan meneliti sedikit informasi yang diberikan tentang Kalimantan, persahabatan dengan Google dimatikan.

Jika informasi yang didapat terbatas maka seseorang hanya dapat menyangka. Pada suatu malam sebelum keberangkatan sukarelawan berendah hati menghabiskan beberapa jam dengan mengamati bintang-bintang dan bertanya-tanya apakah pulau Kalimantan ini benar-benar ada atau tidak dan apakah perusahaan penerbangan akan menerima alasan kenapa begitu banyak barang yang dibawa karena alasan tidak adanya informasi yang diketahui mengenai pulau Kalimantan.

Maju 2 tahun sukarelawan yang rendah hati ini menemukan bahwa di Kalimantan itu sangat susah untuk membeli celana dalam, boot berjalan mahal yang dimiliki sangat licin jika berjalan dalam keadaan hujan, pelindung matahari sudah tidak diperlukan karena kulit sudah menjadi gelap dan pakaian hutan yang trendi membuat anda terlihat sangat aneh. Barang yang paling berguna itu mungkin jamban, tetapi mengingat bahwa nyamuk disini ukurannya raksasa sebuah alat yang lebih berguna dijual secara lokal yaitu raket tennis electronic untuk nyamuk yang dapat meng-KO nyamuk dengan satu tebas.

Selama 2 tahun sukarelawan berhati rendah ini mempelajari bahwa cara untuk menangani tantangan untuk hidup di Kalimantan adalah untuk selalu memikirkan penggantinya. Daripada celana dalam yang layak, cobalah daun. Daripada boot berjalan yang mahal, cobalah sandal jepit. Daripada sereal yang enak, makanlah nasi. Dan yang paling penting adalah, dalam sebuah ceritanya sendiri, daripada kesepian cobalah kebahagiaan.

Dikontribusi oleh – Eliah Brown - Sukarelawan untuk Yayasan Tambuhak Sinta.