This newly published book tells the story of the Yayasan Usaha Mulia, YUM, from its earliest work in the Jakarta slums in the 1960's to its current programs which cover health, education and community development. Download PDF
Education -
Proyek Sponsor Sekolah YUM berlanjut memberi kesempatan kepada anak-anak di seluruh Jakarta, Jawa Barat dan Kalimantan Tengah untuk mengubah kehidupan mereka. Dengan lebih dari 150 anak dari umur 6-16 tahun yang di sponsor, YUM bermaksud untuk mengembangkan kapasitas intelektual generasi masa depan Indonesia.
“Saya telah di sponsori untuk bersekolah selama 2 tahun! Dan ini telah sangat membantu saya dan keluarga saya karena di sekolah saya, kami tetap diminta untuk membayar iuran per bulan. Untuk saya sekolah itu tidak gratis dan karena itu saya merasa sangat senang karena sponsor saya sangat berbaik hati dan sangat memperdulikan saya! Terima Kasih banyak! Tanpa bantuan anda, saya tidak tahu apa yang akan terjadi kepada saya. Saya sangat menyukai bersekolah...”
Muhammad Masir (Murid Sekolah Dasar)
”Uang sponsor telah digunakan untuk membeli semua peralatan dan buku sekolah. Sebelumnya, membeli semua peralatan yang saya butuhkan untuk kelas seperti pensil berwarna untuk kelas seni sangat menyusahkan orang tua saya. Tadinya saya selalu meminjam dari teman-teman saya. Saya sangat suka menggambar. Sekarang saya bisa menggambar kapan saja saya mau.”
Untung Setiawan (Siswa SMP)/p>
“Saya ingin membuat sesuatu dari diri saya dan menjadi orang yang sukses sehingga suatu hari, saya juga bisa membantu anak-anak seperti saya untuk bersekolah. Uang sponsor yang telah kami terima sudah mengangkat beban dari pundak ibu saya! Dana itu telah banyak membantu keluarga saya sehingga dua saudara saya juga dapat bersekolah.”
Zachfiah Subaya (Siswa SMA)
Proyek Beasiswa Pengembangan Bakat YUM (TDS) terus mendukung dewasa muda untuk mengejar kualifikasi pendidikan lebih lanjut dari perguruan tinggi dan universitas dan bahkan pelatihan keterampilan. Didanai oleh Yayasan Muhammad Subuh (MSF), YUM meneruskan dukungannya atas tiga anak muda Indonesia yang berbasis di Jakarta, Jawa Barat dan Kalimantan.
“Saya berharap nantinya akan melanjutkan pendidikan saya untuk mendapatkan gelar S1 di IT, yang akan menyempurnakan pendidikan saya pada saat ini dalam Menejemen Informatika. Saya berharap bahwa proyek TDS akan terus menyediakan kesempatan kepada anak muda Indonesia lainnya yang mampu namun tertahan oleh situasi dimana mereka terlahirkan dalam kemiskinan.”
Adi Firdaus, berumur 21, mempelajari Menejemen Informatika di Jawa Barat
“Dengan tulus saya ingin berterima kasih kepada YUM yang telah memberi saya kesempatan, memungkinkan saya untuk belajar di STIKES Suaka Insan, Banjarmasin. Saya sudah lama ingin menjadi suster dan bekerja sebisa mungkin untuk membantu orang lain.”
Rilida Yuliwulani (Kanan), berumur 21, mempelajari perawatan di Kalimantan
“Saya sangat bersyukur karena kuliah dan pekerjaan saya di YUM berjalan dengan harmonis. Keduanya saling mendukung, dan ini merupakan sebuah berkah karena ini merupakan tujuan saya ketika mengambil mata kuliah ini karena itu akan mendukung dan mengembangkan kapasitas saya untuk berdedikasi kepada YUM sebagai Petugas Komunikasi dan Penggalangan Dana Lokal.”
Melani (kanan), mempelajari Hubungan Masyarakat di Jakarta
